• 0856 4392 1212

TEKA-TEKI SILANG DALAM PEMBELAJARAN BAHASA ARAB SD

  • By : bahasaarabsdit
  • 03 March 17, 13:10
TEKA-TEKI SILANG DALAM PEMBELAJARAN BAHASA ARAB SD

Drs. Muhaiban


Pendahuluan

Kenyataan di lapangan banyak menunjukkan bahwa pembelajaran bahasa

Arab di madrasah –baik ibtida-iyyah, tsanawiyyah, maupun ‘aliyah- cenderung

monoton dan membosankan. Hal tersebut akan berdampak pada siswa dalam

mengikuti pembelajaran. Mereka dapat merasa bosan, jenuh, dan tidak bersemangat,

yang akhirnya berakibat pada tidak disenanginya bahasa Arab oleh siswa atau bahasa

Arab dianggap sebagai bahasa yang sulit dipelajari.

Kenyataan seperti itu sebenarnya tidak perlu terjadi apabila para guru

memiliki kesadaran untuk meningkatkan kualitas pembelajarannya dengan melakukan

berbagai variasi pembelajaran. Variasi tersebut dapat dilakukan pada berbagai aspek

pembelajaran seperti aspek materi, metode, media pembelajaran, dan tempat. Untuk

menggairahkan minat belajar siswa, guru juga dapat menggunakan berbagai teknik

pembelajaran. Di antara teknik yang dapat digunakan dalam pembelajaran bahasa


Arab, utamanya untuk anak-anak, adalah teknik bermain.

Salah satu bentuk permainan yang dapat dimanfaatkan sebagai teknik

pembelajaran bahasa Arab oleh guru adalah teka-teki silang. Makalah kecil ini

berupaya untuk mengenalkan serba sedikit tentang teka-teki silang dan

pemanfaatannya sebagai teknik pembelajaran bahasa Arab bagi anak-anak di

madrasah ibtidaiyyah

Pentingnya Teknik Bermain dalam Pembelajaran

Bermain adalah sebuah aktifitas yang disukai oleh manusia. Apapun bentuk

permainannya. Bahkan bermain bukanlah monopoli anak-anak. Dengan bermain

seseorang tidak saja dapat menghilangkan kejenuhan, kebosanan, rasa malas, dan

keruwetan pikiran, tetapi dengan bermain seseorang juga bisa memperoleh hiburan,

kesenangan, pengalaman, pengetahuan, variasi dari rutinitas, bahkan teman.

Oleh karena itu permainan dapat dimanfaatkan sebagai media dan sekaligus

teknik pembelajaran. Hal ini telah lama disadari oleh para ahli pendidikan sehingga

lahirlah prinsip bermain sambil belajar atau belajar sambil bermain. Dengan

bermain, pembelajaran akan berlangsung dalam suasaana yang menyenangkan, wajar,

dan alami. Dalam suasana yang demikian, transfer informasi, pengalaman, atau

keterampilan dapat berlangsung “tanpa terasa”, sehingga siswa tidak merasa digurui

atau dipaksa untuk belajar.

Dari uraian di atas berikut ini dikemukakan beberapa faktor mengenai

pentingnya permainan sebagai teknik pembelajaran (Asrori, 1995).

1. Permainan mampu menghilangkan kebosanan

2. Permainan memberikan tantangan untuk memecahkan masalah dalam suasana

gembira

3. Permainan menimbulkan semangat kerja sama sekaligus persaingan yang sehat.

4. Permainan membantu siswa yang lamban dan kurang motivasi

5. Permainan mendorong guru untuk selalu kreatif.

Beberapa Prinsip Penggunaan Teknik Bermain dalam Pembelajaran

Agar pembelajaran dapat berlangsung efektif dan efisien, guru perlu

memperhatikan prinsip-prinsip penggunaan teknik permainan tersebut dalam

pembelajaran. Berikut ini beberapa prinsip tersebut (Hidayat dan Tatang, 1980 dalam

Asrori, 1995).

1. Permainan apapun yang akan dilaksanakan harus menjadi cara pendekatan

mencapai tujuan belajar mengajar

2. Setiap permainan harus diberi peraturan yang jelas dan tegasuntuk ditaati

semua pihak

3. Dalam permainan beregu harus dusahakan pembagian regu secara seimbang

4. Permainan sebaiknya melibatkan sebanyak mungkin siswa (siswa yang

menjadi penonton pun harus diberi tugas tertentu, misalnya mengatur waktu,

menjumlah nilai dan sebagainya)

5. Permainan harus disesuaikan dengan tingkat kemampuan siswa

6. Permainan sebaiknya tidak dilaksanakan pada awal pelajaran di kala siswa

masih dalam keadaan segar. Sebaliknya, permainan sebaiknya dilaksanakan

menjelang akhir pelajaran, yakni pada waktu gairah belajar siswa mulai

menurun.

7. Guru harus betul-betul bertindak sebagai pengelola suatu permainan. Oleh

karena itu ia harus menampilkan peran yang menimbulkan motivasi bermain

bagi murid-muridnya (riang, lincah, tetapi tegas dan tidak memihak)

8. Sebaiknya permainan dihentikan ketika murid masih tenggelam dalam

keasyikan.

Teka-teki Silang Sebagai Teknik Pembelajaran Bahasa Arab

Pengertian

Teka-teki silang merupakan salah satu bentuk permainan bahasa. Permainan

ini dapat digunakan sebagai teknik untuk melatihkan penguasaan kosa kata dan

keterampilan membaca. Media yang diperlukan untuk permainan ini adalah gambar

yang di dalamnya terdapat rangkaian kotak bujur sangkar aatau persegi empat sama

sisi. Kotak-kotak tersebut sebagian berwarna putih dan yang lain berwarna hitam.

Pada sebagian kotak berwarna putih diberi nomor yang mengindikasikan nomor

jawaban. Dalam permainan, kotak berwarna putih itu harus diisi dengan huruf-huruf.

Susunan huruf-huruf tersebut baik secara horisontal maupun vertikal akan membentuk

kata yang merupakan jawaban dari pertanyaan yang ada Pertanyaan terdiri dari dua

macam, yaitu pertanyaan untuk jawaban yang harus ditulis secara horisontal

(mendatar) dan pertanyaan untuk jawaban yang harus ditulis secara vertikal

(menurun). Pertanyaan biasanya ditulis di bawah atau di samping gambar.

Contoh 1.

1 2 3

4

5 6

7 8

9 10

11

Contoh 2:

1 2 3

4

5 6

7 8

9 10

11

Mendatar:

1………..

2………..

Menurun:

………

………

Mendatar:

1………..

2………..

Menurun:

……

……

Cara Pembuatan

Sebelum membuat media teka-teki silang, terlebih dahulu guru harus

menyiapkan sejumlah kosa kata yang akan dilatihkan. Kosa kata tersebut dapat

diambil dari buku teks bahasa Arab atau dari buku lain sesuai dengan tingkat

kesulitan kosa kata yang diperlukan.

Sesudah itu, guru menyiapkan bahan-bahan yang diperlukan berikut ini.

1. Kertas HVS kuarto

2. Penggaris

3. Pensil, ball point, spidol warna hitam

4. Karet penghapus

Proses pembuatannya adalah sebagai berikut.

1. Gambarlah bujur sangkar ukuran 10 cm x 10 cm atau sesuai selera

2. Bagilah menjadi bujur sangkar-bujur sangkar kecil ukuran 1cm x 1cm

3. Hitamilah sejumlah bujur sangkar kecil tersebut

4. Isilah blok-blok kecil (yang tidak dihitami) dengan huruf-huruf dari kosa kata

yang telah disiapkan (gunakan pensil!)

5. Tulislah soal di sisi kanan atau di bawah bujur sangkar besar sesuai dengan

kelompoknya, mendatar atau menurun, berdasarkan kosa kata tersebut (No.

4).

6. Salinlah kosa kata tersebut (No. 4) pada kertas lain sebagai kunci jawaban

7. Hapuslah kosa kata pada bujur sangkar-bujur sangkar kecil tersebut (No. 4)

8. Fotokopilah lembar teka-teki silang tersebut sesuai dengan jumlah siswa.

Prosedur Permainan

1. Kelas dibagi menjadi beberapa kelompok

2. Setiap kelompok diberi selembar teka-teki silang yang sama

3. Setiap kelompok mengisi teka-teki itu dalam tempo yang telah disepakati

bersama

4. Setelah selesai, setiap kelompok membacakan hasil kerjanya secara bergantian

5. Guru mengoreksi hasil kerja kelompok, sekaligus menentukan pemenang

6. Kalau memungkinkan, guru memberikan hadiah kepada kelompok pemenang

Variasai

1. Teka-teki slang dapat dikerjakan siswa di rumah sebagai PR

2. Guru dapat membuat teka-teki silang “raksasa” dari triplek melamin yang

ditempatkan di depan kelas.


Komentar

Tinggalkan Pesan

Artikel

PENGETAHUAN BAHASA ARAB

PENGETAHUAN BAHASA ARAB

Oleh : Abu Farha Qasim AthaPendahuluanSegala puji bagi Allah yang telah menuru

Studi Prinsip Dasar Metode Pengajaran Bahasa Arab

Studi Prinsip Dasar Metode Pengajaran Bahasa Arab

Yayat HidayatA. MuqaddimahBelajar Bahasa Arab (asing) berbeda dengan belajar b

Permainan dan Media Kartu dalam Pembelajaran Bahasa Arab

Permainan dan Media Kartu dalam Pembelajaran Bahasa Arab

Azizatul MufidahAbstrakDi Indonesia, bahasa Arab tidak hanya diajarkan di Madras

Inovasi Pembelajaran Dengan Metode Permainan Tebak kata, Acak kata dan Komunikata

Inovasi Pembelajaran Dengan Metode Permainan Tebak kata, Acak kata dan Komunikata

I. MuqaddimahPendidikan merupakan sebuah aktivitas yang diwajibkan oleh Allah

Pengembangan Metode Permainan dalam Pembelajaran Bahasa Arab

Pengembangan Metode Permainan dalam Pembelajaran Bahasa Arab

Sakri Selasa, Mei 26, 2009PendahuluanBahasa Arab merupakan salah satu mata pel

TEKA-TEKI SILANG DALAM PEMBELAJARAN BAHASA ARAB SD

TEKA-TEKI SILANG DALAM PEMBELAJARAN BAHASA ARAB SD

Drs. MuhaibanPendahuluanKenyataan di lapangan banyak menunjukkan bahwa pembelaja

Pentingnya Pembelajaran Bahasa Arab pada Usia Dini

Pentingnya Pembelajaran Bahasa Arab pada Usia Dini

MUHAMMAD RAJABBahasa Arab merupakan bahasa yang unik dibanding bahasa Inggris

Perlunya Menyeragamkan Kembali Alih Aksara Arab

Perlunya Menyeragamkan Kembali Alih Aksara Arab

Tulisan ini berawal dari kekurangnyamanan ketika membaca beragamnya cara penul

MULTIPLE INTELLIGENCE

MULTIPLE INTELLIGENCE

Allah yang maha kuasa memberikan bekal yang luar biasa bagi manusia. Satu beka

Fathatain pada Huruf Hijaiyyah, Hamzah dan Ta dan 39 Marbutah

Fathatain pada Huruf Hijaiyyah, Hamzah dan Ta dan 39 Marbutah

Kelas 2Semester 2Ketika selesai belajar bab ini diharapkan siswa mampu membaca