Penulisan Huruf Hamzah - Bahasa Arab SDIT
Headlines News :
Home » » Penulisan Huruf Hamzah

Penulisan Huruf Hamzah

Kelas 3
semester 2
Standar Kompetensi: Membaca dan menulis huruf hamzah hidup dan hamzah sukun serta huruf hamzah setelah lam

Setelah mempelajari materi ini diharapkan siswa dapat:
1. Menentukan letak huruf hamzah hidup pada awal kalimat
2. Menentukan huruf bantu untuk hamzah hidup yang ada di tengah dan akhir kata
3. Menentukan huruf bantu untu huruf hamzah sukun pada kata



HAMZAH
Sebagaimana kita ketahui huruf hijaiyyah terdiri dari 28 huruf yaitu

ا ب ت ث ج ح خ د ذ ر ز س ش ص ض ط ظ ع غ ف ق ك ل م ن و هـ ي

Di tengah masyarakat kita, umumnya masih menganggap hamzah sama dengan Alif; padahal keduanya memiliki perbedaan yang sangat signifikan dalam berbagai aspek; baik aspek penulisan, fungsi, maupun bentuk. Penulis terdorong untuk mengadakan kajian dan penelitian terhadap huruf Hamzah dari aspek penulisan, bentuk, jenis dan fungsinya. Metode yang penulis gunakan adalah deskriptif analisis sedangkan analisisnya melalui pendekatan Imla. Jenis kajiannya adalah kajian pustaka (jenis data tulis), dengan sumber data primer kumpulan Qasidah Burdah karya Imam al-Busiri dan kitab-kitab Imla', Nahwu dan Shorof; sedangkan data skundernya adalah tulisan-tulisan yang bisa dijadikan acuan penelitian.

Permasalahan yang dikaji dalam penelitian ini adalah 1) apa itu Hamzah dan bagaimana perbedaannya dengan Alif, 2) bagaimana cara penulisannya, 3) apa saja jenis dan fungsi Hamzah yang terdapat dalam Qasidah Burdah. Adapun model analisis yang penulis gunakan adalah dengan cara mengidentifikasi seluruh Hamzah yang terdapat dalam Qasidah Burdah satu demi satu dari bait pertama hingga terakhir. Hasil penelitian ini adalah mendeskripsikan dan menjelaskan Hamzah dari bentuk, cara penulisan, jenis dan fungsi Hamzah dari aspek Imlaiyyah. Dan dari penelitian ini dipaparan dan dijelasan seara rinci tentang Hamzah dari tiga aspek yaitu; pertama, aspek Imla yang meliputi bentuk dan tekhnik penulisan Hamzah, letak Hamzah, yang terbagi dalam bebetapa jenis yitu Hamzah Washol, Hamzah Qoto' Hamzah Mad. kedua, aspek Nahwu yaitu kedudukan Hamzah dalam kalimat yang meliputi Hamzah Nida dan Hamzah Istifham. ketiga, aspek Shorof yang meliputi Hamzah asli dan Hamzah Isytiqoq.
Pada bab ini hanya akan di bahas mengenai kedudukan hamzah dari segi imlaiyyah atau pebulisan. Bab ini terdiri dari beberapa poin.

1. Penulisan hamzah hidup (berharakat fathah, kasrah atau dummah)
a. Penulisan hamzah pada awal kata
Hamzah yang ditulis di awal kata selalu berada di atas alif jika berharakat dummah dan fathah. Contoh:

أُذِنَ

أَمَنَ

dan selalu di bawah alif bila harakatnya kasrah. Contoh

إِنَّ

b. Penulisan hamzah hidup pada tengah atau akhir kata
Penulisan hamzah hidup yang berada di tengah atau akhir kata tergantung dari tanda bacanya. Hamzah akan berada di atas alif bila berharakat fathah. Akan berada di atas wawu bila berharakat dummah dan akan berada di atas ya' tanpa titik bila berharakat kasrah.

سَأَلَ sa a la

لَؤُمَ la u ma

بَئِسَ ba i sa

2. Penulisan hamzah sukun (mati)
Penulisan Hamzah sukun atau hamzah mati tergantung dari harakat atau bunyi huruf sebelumnya. Bila huruf sebelumnya berharakat fathah, maka hamzah berada di atas huruf alih. Bila huruf sebelumnya berharakat kasrah maka hamzah berada di atas huruf ya' tanpa titik dan bila huruf sebelumnya berharakat dummah maka hamzah diletakkan di atas wawu. Contoh

بَأْسَ ba' sa

بِئْسَ bi' sa

مُؤْمِنٌ mu' mi nun

3. Penulisa hamzah di akhir kata setelah mad tobi'i dan setelah huruf yang enam
Huruf hamzah akan di tulis sendirian bila berada di akhir kata setelah mad tobi'i dan huruf yang enam (alif, dal, zal, ra, za dan wawu
contoh:

سَمَاءٌ sa ma un

ضُوْءٌ du un

بَدَءَ ba da a

مَرْءٌ mar un

بَوَّءَ bawwa a

Untuk kelas 3 materi yang di ajarkan hanya dua hamzah hidup dan hamzah mati saja.

BAHASA ARAB BAHASA ALQURAN GAMPANG DAN MENYENANGKAN

BAHASA ARAB BAHASA ALQURAN GAMPANG DAN MENYENANGKAN
Share this article :

3 komentar:

Anonim mengatakan...

syukron postingannya,,,,,, sdg bingung ttg cara penulisan hamzah,,, mw tanya klo nulis hamzah hidup tapi huruf sebelumnya huruf sukun bagaimana? trus bagaimana cara penulisan hamzah dengan panjang 2 harokat? trima kasih

Hasimi mengatakan...

huruf hamzah memang unik. Semua kaidah yang saya temukan adalah hasil pengamatan dan penyelidikan. untuk hamzah hidup yang didahului huruf mati cobalah lihat contoh berikut

يَسْأل

يَـيْـئَس

حَمْأَة

اَلْبِيْئَة
untuk yang didahului volkal a berada di atas alif dan yang didahului vokal i berada di atas ya
untuk hamzah yang dengan vokal a hanya ditulis satu hamzah saja di atas alif misal pada kata

آمن, آكل
itu sebenarnya dua bua hamzah yang berjajar yang pertama difathahkan dan yang kedua sukun

sedangkan dua hamzah yang berjajar jika yang pertama kasrah maka hamzah yang kedua ditulis/diganti dengan ya. jika hamzah yang pertama berharakat dummah maka hamzah yang kedua ditulis/diganti dengan wawu.
kata إِيْمَان berasal dari kata إءْمان sedangkan kata أوتوا الكتاب berasal dari kata أُءْتواالكتاب
ini yang kita kenal dalam hukum ilmu tajwid sebagai mad badal yaitu dua alih atau hamzah yang berjajar.
contoh lain مَآبَ
namun kita akan menjumpai contoh lain yang belum ada pembahasan sebelumnya yaitu untuk kata

فؤاد سؤال pada kedua kata ini huruf hamzah dibaca panjang sebagai mad tabi'i. pada kaidah sebelumnya bahwa setiap huruf hamzah yang berharakat fathah akan berada di atas alif,. namun kita dapati pada kedua kata ini huruf hamzah berada di atas wawu. ternyata yang menentukan huruf bantu hamzah tersebut adala vokal huruf sebelum hamzah yaitu u sehingga hamzah terletak di atas wawu

Anonim mengatakan...

aq bingung nih ...... aq ngga bisa dapat contoh hamzah yang di tulis dengan yaa pada pertengahan kata...... tolong di perbanyak lg dong contohX

Poskan Komentar

 
Support : Creating Website
Copyright © 2011. Bahasa Arab SDIT - All Rights Reserved
Template Modify by Creating Website
Proudly powered by Blogger