Fathatain pada Huruf Hijaiyyah, Hamzah dan Ta' Marbutah - Bahasa Arab SDIT
Headlines News :
Home » » Fathatain pada Huruf Hijaiyyah, Hamzah dan Ta' Marbutah

Fathatain pada Huruf Hijaiyyah, Hamzah dan Ta' Marbutah

Kelas 2
Semester 2

Ketika selesai belajar bab ini diharapkan siswa mampu membaca dan menulis kata atau kalimat yang bertanda baca fathatain. Jika pada semester satu para siswa belajar menulis kata dengan huruf hijaiyyah sambung, maka pada semester 2 ini anak sudah mulai dikenalkan dengan tanda baca dari suatu kata dalam hal ini adalah tanda baca atau harakat pada huruf terakhir dari sebuah kata. Pelajaran ini pada jangka panjang akan membantu para siswa untuk memahami satu kaidah bahasa arab yaitu alamatul isim atau tanda pada kata benda. Bahwa salah satu tanda isim adalah tanwin.

Satu hal yang harus ditekankan pada materi ini adalah;
1. Bahwa tanda tanwin baik dummatain, kasratain maupun fathatain selalu berada pada huruf terakhir dari sebuah kata
2. Huruf yang berharakat fathatain harus diikuti/ditambah dengan huruf alif
3. Untuk huruf yang bertanda dummatain dan kasratain tidak ditambah alif

Cara mengajarkan penulisan tanwin pada huruf hijaiyyah melalui bebarapa tahap.
1. Terlebih dahulu para siswa diingatkan pada tanda/syakkal yang telah mereka ketahui sebelumnya yaitu fathah, kasrah dan dummah.
2. Dari pengetahuan inilah kemudian anak dikenalkan pada tanda baca tanwin dengan menyebutkan dua buah huruf yang bertanda baca dummah dan dummatain, kasrah dan kasratain, kemudian fathah dan fathatain. Contoh:
بُبٌ, بِبٍ, بَبًا
3. Berilah beberapa contoh hingga para siswa mampu membedakan tanda-tanda itu.
4. Untuk memantapkan cobalah anak diminta untuk menuliskan beberapa kata yang mereka dengar dari gurunya (didikte).
Sebagian anak biasanya masih akan bingung untuk menentukan apakah kata yang mereka tulis ditambah alif atau tidak. Namun hal ini dapat diatasi dengan sering mengadakan latihan menulis kata-kata yang berakhiran dummmatain, kasratain dan fathatain. Contoh
مَرِجٌ, مَرِجٍ, مَرِجًا

جَلَسٌ, جَلَسٍ, جَلَسًا

هَلَمٌ, هَلَمٍ, هَلَمًا

Kemampuan guru memberikan contoh kata yang unik akan membuat anak tertarik dan tidak bosan pada materi. Mulailah dari dari soal yang paling mudah sehingga aba akan merasa bahwa bahasa Arab adalah bahasa yang mudah. Ketika anak sudah memiliki kepercayaan diri maka mereka akan tertantang untuk menyelesaikan soal-soal lain yang lebih 'menantang'. Mereka akan merasa  dan menganggap bahwa materi yang mereka pelajari adalah menarik, gampang dan menyenangkan

Setelah materi di atas tersampaikan dan melaui beberapa evaluasi anak telah mencapai kompetensi yang ditentukan, guru dapat melanjutkan ke materi berikut yaitu tanda baca fathatain pada huruf hamzah dan ta' marbutoh

Berbeda dengan huruf hijaiyyah yang lain, ketika berharakat fathatain kedua huruf ini (hamzah dan ta' marbutoh) tidak mendapat tambahan huruf alif. Sama saja ketika berharakat dummatain, kasratain dan fathatain. Contoh:

مَرِءٌ, مَرِءٍ مَرِءً

Berilah mereka beberapa contoh lain yang menantang. Bila perlu ditekan soal yang anda berikan. Berikan masing-masing satu soal yang huruf terakhir berharakat dummatain, fathatain dan kasratain. Ketika anda berkeliling untuk memeriksa pekerjaan mereka satu-persatu maka anda sedang merangsang mereka untuk menyelesaikan soal yang anda berikan dengan sebaik-baiknya. Setelah itu mintalah anak-anak menuliskan beberapa kata lain yang guru sebutkan. Terakhir adalah meminta anak untuk mencoba menyimpulkan kaidah huruf yang bertanda baca/ berharakat fathatain. jika mereka masih kesulitan cobalah diberi sedikit pancingan yang akan membantu mereka menemukan kaidah yang dimaksud.

Kesimpulan:
setiap huruf yang bertanda baca fathatain harus ditambah alif kecuali hamzah dan ta' marbutoh

BAHASA ARAB BAHASA ALQURAN GAMPANG DAN MENYENANGKAN
Share this article :

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

 
Support : Creating Website
Copyright © 2011. Bahasa Arab SDIT - All Rights Reserved
Template Modify by Creating Website
Proudly powered by Blogger