Inovasi Pembelajaran Dengan Metode Permainan ( Tebak kata, Acak kata dan komunikata ) - Bahasa Arab SDIT
Headlines News :
Home » » Inovasi Pembelajaran Dengan Metode Permainan ( Tebak kata, Acak kata dan komunikata )

Inovasi Pembelajaran Dengan Metode Permainan ( Tebak kata, Acak kata dan komunikata )

I. Muqaddimah

Pendidikan merupakan sebuah aktivitas yang diwajibkan oleh Allah kepada Insan fii kulli waqtin wa makanin. Dengan pendidikan, insan akan mampu menilai mana yang baik mana yang buruk atau kata lainnya, mana yang diperintah oleh Allah dan mana yang dilarang oleh Allah. Begitu pentingnya pendidikan dalam kehidupan, sampai-sampai Allah mengukir dalam KalamNya yaitu surat Al-Mujadalah ayat 11 :

Artinya :

Allah akan meninggikan orang-orang yang beriman di antaramu dan orang-orang yang diberi ilmu pengetahuan beberapa derajat. dan Allah Maha mengetahui apa yang kamu kerjakan ( Q.S. Al-Mujadalah : 11 )

Pendidikan menurut kamus besar Bahasa Indonesia ialah proses pengubahan sikap dan tata laku seseorang atau kelompok orang dalam usaha mendewasakan manusia melalui upaya pengajarandan pelatihan. Dalam pengertian yang agak luas, pendidikan dapat diartikan sebagai sebuah proses dengan metode-metode tertentu sehingga orang memperoleh pengetahuan, pemahaman, dan cara bertingkah laku yang sesuai dengan kebutuhan ( Muhibbin Syah, 1995 : 10 )

Pendidikan tidak terlepas dari berbagai unsur, yakni pendidik, peserta didik, materi ajar, evaluasi, kurikulum, dll. Unsur-unsur ini berkaitan satu sama lainnya. Adapun penunjang pendidikan yaitu metode, sarana prasarana, dsb.

Metode Mengajar adalah suatu pengetahuan tentang tata cara mengajar yang dipergunakan oleh seorang guru atau instruktur. Pengertian lain ialah teknik penyajian yang dikuasai guru untuk mengajar atau menyajikan bahan pelajaran kepada siswa di kelas baik secara individual atau secara kelompok / klasikal agar pelajaran itu dapat diserap,difahami, dan dimanfaatkan oleh siswa dengan baik. Semakin baik metode mengajar, semakin efektif pula pencapaian tujuan ( Abu Ahmadi, 2005 : 52 ).

Yang jadi permasalahannya, metode yang bagaimana yang bagus untuk dipergunakan ? Penggunaan metode disesuaikan dengan usia anak didik, tujuan pendididkan dan sarana pasarana. Solikin S.T. M.T. ( 8 Maret 2009 ) mengatakan dalam Seminar Teknologi Internet Pendidikan bahwa ciri PBM yang modern adalah every where, every time, any who. Jadi metode yang baik adalah metode yang yang tidak terbatas oleh dimensi ruang dan waktu.

Masa dini ( 3-12 tahun ) adalah masa yang penuh imajinasi dan kreatif. Sebuah tantangan bagi guru yang mendidik anak usia dini untuk menciptakan proses pembelajaran yang menyenangkan. Kreatifnya guru menciptakan metode belajar akan mendorong berhasilnya proses pembelajaran.

Dengan pendekatan bahasa, metode akan tercipta. Mengingat kemampuan anak dalam menguasai bahasa sangat terbatas, disini guru mempunyai peranan merangsang anak untuk mengenalkan bahasa atau kata-kata yang berkaitan dengan benda yang ada disekeliling.

Metode permainan kata ini juga bisa di terapkan di usia dewasa, dengan pendekatan bahwa sebuah permaianan akan menghilangakan kejenuhan dan menciptakan suasana yang kompetatif. Suasana yang penuh persaingan sehingga mampu memompa adrenalin manusia.

II. Aplikasi

Metode permainan bahasa ( tebak kata, acak kata dan komunikata ) lahir dari proses ( PPL ) Praktik Pengenalan Lapangan di MAN 2 Bandung, penulis melakukan PPL mengajar Bahasa Arab di kelas XI MAN 2 Bandung. Dengan berbekal ilmu yang telah digali di Fakultas tarbiyah Jurusan Bahasa Arab, penulis mencoba menerapkan berbagai metode, dan akhirnya mencoba menggunakan metode permainan kata ( tebak kata, acak kata dan komunikata ). Responnya alhamdulillah bagus, antusias mereka sangat tinggi ketika mengikuti pelajaran Bahasa Arab.

Metode ini juga diterapkan bukan hanya untuk pelajaran Bahasa saja, tapi bisa diterapkan di semua pelajaran. Penulis mencoba menerapkan metode ini di pelajaran Scince SD, juga bisa diterapkan untuk pelajaranTahfidz. Terbukti metode ini diterapkan di SDIT Insantama Banjar. Mengingat jenjang umur Aliyah/SMA dan SD itu sangat jauh, maka yang dibedakannya hanya teknik penyampaiannya saja. Dalam kata lain penyampaian pertanyaan untuk usia dini ( anak SD ) lebih sederhana di banding dengan pertanyaan yang disajikan untuk usia dewasa.

III. Langkah-langkah Penyajian

Dalam menerapkan metode permainan ada beberapa hal yang harus disiapkan adalah sebagai berikut :

1. siapkan materi yang akan di sampaikan.
2. siapkan bahan ajar yang di butuhkan.
3. siapkan kata kunci yang akan di pertanyakan.

Setelah semuanya siap, langkah-langkah penyampaian ketiga permainan ini adalah :

Tebak Kata

-Kondisikan anak.

-Sampaikan materi, contohnya jenis makhluk hidup.

-Berikan pertanyaan ke murid : aku adalah jenis makhluk hidup, aku hidup di darat, aku termasuk hewan menyusui, aku mempunyai kaki empat, aku digunakan untuk menarik delman, apakah aku ? jawabannya : kuda.

-Sebelum ada anak yang mamapu menjawab, berikan pernyataan dengan menyebutkan ciri-ciri atau yang kata yang mendekati kta kunci.

-Kelebihannya : anak akan mempunyai kekayaan bahasa.

-Kelemahannya : memerlukan waktu yang lama sehingga materi sulit tersampaikan.

Acak Kata

-Kondisikan anak.

-Sampaikan materi, contohnya jenis makhluk hidup.

- Berikan Pernyataan secara diacak dan biarkan anak menyusunnya.

Komunikata

-Kondisikan anak.

-Sampaikan materi, contohnya permukaan bumi.

-Untuk kelas yang jumlah muridnya kurang dari 20, boleh tempat duduknya berbentuk U, dan bisikan salah satu pengertian ke telinga murid yang paling ujung dan terus dibisikan sampai ke murid ujung satu lagi. Setelah sampai di murid paling ujung, guru menanyakan apa yang dibisikan temannya. Contohnya bisikan kalimat : Palung adalah dasar laut yang paling dalam dan curam.

-Untuk kelas yang muridnya lebih dari 20 boleh di kelompokan menjadi beberapa kelompok. Ketua tiap kelompok diberi kalimat yang berbeda untuk disampaikan ke anggotanya. Setelah semua anggota dibisikkan. Tanya anggota yang paling terakhir di bisikan. Kelompok yang benar jawabannya diberi poin.

-Kelebihannya : melatih kekuatan hafalan, pendengaran, dan kejelasan bicara.

-Kekurangannya : memerlukan waktu yang lama.

IV. Kesimpulan

Sebuah kebanggaan tersendiri ketika antusias anak tinggi mengikuti pelajaran yang kita sampaikan. Proses pembelajaran jangan pernah membuat anak-anak takut dan stress. Biarkan anak berada dalam dunia yang menyenangkan, dunia yang penuh tantangan, dunia yang penuh dengan permainan!! Sebuah pepatah mengatakan, metode itu lebih penting daripada materi. Karena sejatinya, sesulit apapun materi akan menjadi mudah tatkala disampaikan dengan metode yang cantik.

Terima kasih untuk anak-anakku di MAN 2 Bandung, SDIT Insantama Banjar, TPA Nurul Huda, TKA/TPA Al-Ikhwan, TPA Bustanul Wildan dan Reihan Luthfia Ar-reza juga anak-anakku yang tidak tersebut. Antum membuat Ibu bertahan di dunia kalian yang penuh canda tawa. Do’a ibu selalu menyertai langkah kehidupan kalian untuk mendapat ridlaNya…WaAllahu a’lam bishawab..

V. Daftar Pustaka

Ahmadi, Abu

2005, Strategi Belajar Mengajar, Pustaka Setia, Bandung.

Modul Seminar Teknologi Internet Pendidikan, Kawali : 2009.

Modul Workshop Seni Mengajar Yang Menyenangkan Dan Hypno Teaching, Bandung : 2008.

Syah, Muhibbin,

1995, Psikologi Pendidikan, Rosda Karya, Bandung.
Share this article :

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

 
Support : Creating Website
Copyright © 2011. Bahasa Arab SDIT - All Rights Reserved
Template Modify by Creating Website
Proudly powered by Blogger